Ribas

Ribas
Eh, udah denger kan lagu Butiran Debu yang dinyayiin sama Rumor. Liriknya bagus banget. Lagu ini nge-booming waktu dinyanyiin Sean, Finalis Indonesia Idol 2012, di atas panggung Indonesia Idol baru-baru ini. Tapi saya bukan mau ngomongin tentang Rumor-nya. Saya mau ngebahas yang nyiptain lagu itu. Siapa lagi kalo bukan Ribas. Yah, Ribas. Seorang penyanyi solo, composer juga pencipta lagu yang berasal dari Makassar. Ribas itu nama panggilannya. Nama lengkapnya sih Muhammad Ridho Abbas, yang tak lain adalah adik kandungnya Farhat Abbas, pengacara kondang yang juga suami dari penyanyi Nia Daniati.

Tahu kan Nia Daniati? Kalo kalian tahu berarti saya sudah bisa tebak kalian dari angkatan tahun kapan. hehehe!

Ribas itu multi talent banget dalam bermusik. Menurut saya, Ribas ini penyanyi sekaligus pencipta lagu yang hebat. Dia mahir banget menciptakan lirik lagu yang putis tapi nggak norak. Pertama kali saya tahu tentang Ribas itu waktu masih sekolah kedinasan di Bandung dulu. Itu sekitar tahun 2004 -2005. Waktu itu teman satu kosan saya yang maksain saya dengerin lagunya Ribas. Pas denger, saya langsung suka sampai sekarang.

Waktu jaman itu Ribas emang lagi sukses-suksenya lewat jalur indie label di daerah Indonesia Timur. Hampir di seluruh Indonesia Timur tahu lagunya Ribas, apalagi lagu Menunggu (Ternyata Menyakitkan) yang paling banyak disukai oleh penggemarnya. Dan di tahun 2006, Ribas akhirnya ngeluarin album perdana yang bertajuk RIBAS di bawah label SonyBMG Indonesia. Lagu-lagu dalam album perdana Ribas ini setengahnya masih ditarik dari album indienya dia, cuma diaransemen ulang aja musiknya.

Terus di tahun 2008 Ribas kembali eksis di blantika musik Indonesia. Dia merilis album kedua dengan title "Terbang Sendiri" dengan hits single "Kekasih Buat Kekasihku". Dan di album inilah yang membuat saya semakin mengagumi lagu-lagu ciptaannya Ribas. Dalam album ini, liriknya semakin berpuitis, namun sederhana. Musiknya juga semakin matang dan dewasa. Walapun tidak seputis lirik-lirik lagunya Katon Bagaskara ataaupun Letto, tapi penghayatannya cukup dalam. Saya belajar banyak membuat lirik lagu dari lagu ciptaan Ribas ini. Dan saya semakin antusias kalo dengerin lagu-lagunya dia. Ribas memang seorang lirikus yang pinter. Liriknya nggak ngasal juga punya soul.

Maklum, saya kalo melihat bagus tidaknya lagu dari liriknya dulu. Bagi saya kekuatan lirik itu sangat berpengaruh banget dalam bermutu atau tidaknya sebuah lagu. Saya cuma nggak suka aja jika sebuah lagu yang indah dirusak sama liriknya yang bahasanya kayak sedang ngobrol di pasar atau norak gitu, seperti "kenapa hatiku cenat-cenut setiap ada kamu..".  Saya nggak mau bilang itu lirik lagunya siapa, kalian juga pasti tahu juga. Tapi yang pasti, lirik kayak gini adalah contoh lirik yang merusak lagu.

Dan, akhir-akhir ini emang saya rajin banget nikmatin lagu-lagunya Ribas yang di album ke dua. Lagu-lagunya selalu ada dalam playlist saya baik di HP maupun komputer. Selalu saya puter juga kalo sedang berkendara di jalan. Harmonisasi suara Ribas dan musiknya membawa saya ikut merasakan suasana hati sang penyanyi. Nggak ngebosenin.

Mudah-mudahan aja Ribas ada rencana ngeluarin album barunya lagi dalam waktu dekat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Hobi Menggambar

Tentang Ribas (lagi)